fbpx

Untuk yang Ingin Belajar Digital Marketing, tapi Bingung Mulainya

Belajar Digital Marketing

Belajar digital marketing?

Kalau menurut Saya, untuk saat ini, belajar digital marketing adalah hal penting dan menarik.

Hampir setiap bisnis membutuhkan digital marketing, apalagi untuk seorang pemula. Sebab, sekelas perusahaan besar yang sudah memiliki branding saja melakukan ini.

Kalau bisnis Anda baru, dan masih kecil tapi enggan menerapkan konsep internet marketing.

Siap-siap saja!

Bisa jadi umurnya tidak akan lama.

Sekelas Cocacola, Sprite, McDonald’s, Starbucks dan masih banyak lainnya tidak ingin ketinggalan untuk menerapkan strategi online marketing lhoh.

 

Brand Besar yang Menerapkan Strategi Digital Marketing
Brand Besar yang Menerapkan Strategi Digital Marketing
Brand Besar yang Menerapkan Strategi Digital Marketing
Brand Besar yang Menerapkan Strategi Digital Marketing
Brand Besar yang Menerapkan Strategi Digital Marketing
Brand Besar yang Menerapkan Strategi Digital Marketing

Mereka sadar, jika masih ingin tetap bersaing mereka tidak bisa mengesampingkan strategi digital marketing untuk menjaga atau bahkan meningkatkan penjualan.

Asal Anda tahu, 90% omset penjualan Saya untuk produk keripik pisang Lukiluck  berasal dari penerapan internet marketing.

Saya memiliki data menarik untuk Anda.

Data Pengguna Internet 2019
Data Pengguna Internet 2019 (Sumber: Wearesocial.com)

Sekitar 150 Juta penduduk Indonesia, atau sekitar 56% dari total populasi adalah pengguna internet.

Itu baru data Januari 2019. Melihat tren dari tahun ke tahun, tentu saat ini sudah semakin naik.

Lalu, apa artinya itu?

Anggap saja Anda bisa menjaring 1% dari pengguna Internet tersebut sebagai konsumen produk Anda.

Misalkan saja tiap produknya memiliki margin profit sebesar Rp 2.000, artinya total profit Anda sebesar 3 Milyar rupiah.

Menggiurkan, bukan?

Biasanya, kalau orang sudah mulai tergoda dengan hasil dari penerapan digital marketing, mereka langsung saja mencoba dengan cara yang paling mudah.

Membuat akun instagram online shop.

Posting jualan yang banyak.

Tidak laku, lalu berhenti.

Lucu ya?

Anda perlu belajar digital marketing terlebih dahulu.

Sayangnya, yang harus Anda tahu. Belajar digital marketing itu tidaklah mudah. Tapi juga bukan tidak akan bisa.

Saya belajar digital marketing sejak tahun 2013.

Lalu, apakah sudah ahli?

Sayangnya, ada banyak yang jauh lebih ahli.

Kalau Saya belajar internet marketing sudah 6 tahun, apakah bisa dipelajari secara singkat?

Bisa kok.

Kalau belajar digital marketing dalam waktu singkat itu bisa, asalkan Anda tidak mengharapkan hasilnya secara singkat juga.

Dua hal yang menjadi masalah utama dalam belajar digital marketing adalah,

  1. Ingin hasil yang instan, sekarang belajar, besok sudah menghasilkan. Tidak bisa begitu. Jeleknya, Anda akan dengan mudah menyerah.
  2. Merasa sulit dulu saat mendengar istilahnya sebelum benar-benar belajar internet marketing.

Sejak Saya 100% terjun di dunia bisnis, Saya beberapa kali diajak teman lama untuk melakukan sharing bisnis. Seolah Saya sudah ahli. Lucu ya?

Ketika Saya menjelaskan kalau yang Saya memasarkannya dengan metode online marketing.

Apa respon mereka?

  1. Tertarik, tapi sepertinya sulit.
  2. Mereka sama sekali belum pernah belajar digital marketing.
  3. Dunia internet marketing serasa asing.

Tapi Saya rasa Anda tidak perlu terlalu khawatir.

Konten belajar digital marketing ini bisa jadi solusi bagi Anda. Sebab Saya membuat konten ini mulai pengenalan dasar dan nanti akan terus dilakukan pengembangan terkait strategi digital marketingnya.

Perlu kiranya mengenal beberapa hal terkait dasar-dasar digital marketing terlebih dahulu.

Tapi sebelum itu, Saya ingin mengenalkan jenis-jenis strategi marketing agar Anda bisa lebih mendalami perbedaan strategi online marketing dibandingkan strategi lainnya.

Jenis-jenis Marketing

Dalam dunia marketing, terdapat beberapa jenis-jenis marketing yang sengaja dikategorisasikan berdasarkan pengertian dan penggunaan. Berikut ini beberapa jenis marketing yang harus diketahui sebelum terjun ke dunia bisnis dan pemasaran:

1. Telemarketing

Istilah telemarketing dikenal sebagai sales yang ada di Inggris dan Irlandia.

Sebuah metode pemasaran dimana penjual mengumpulkan sejumlah calon konsumen untuk membeli produk atau jasa.

Penjualan ini dilakukan baik dengan telepon atau bertatap muka.

Tapi, di Indonesia sendiri telemarketing cenderung diidentikan dengan marketing yang menggunakan alat bantu telepon.

2. Internasional Marketing (IM)

Pemasaran Internasional (IM) adalah pemasatan yang dilakukan oleh perusahaan luar negerti di perbatasan area nasional. Jenis marketing ini memakai teknik yang digunakan di negara asal dari suatu perusahaan.

Pemasaran internasional bisa juga dikatakan sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, distribusi ide, barang, atau pun jasa. Dengan kata lain, pemasaran internasional menggunakan prinsip-prinsip pemasaran untuk melintasi batas-batas nasional.

Sara kira Anda pasti lebih familiar dengan istilah ekspor impor. Iya kan?

3. Internet Marketing

Internet Marketing dikenal sebagai juga dikenal sebagai marketing digital. Banyak yang mengartikan sebagai pemasaran Web atau pun pemasaran online. Internet marketing mencapai cakupan yang luas karena melalui media digital.

Internet marketing mengacu pada penempatan media dan berbagai tahapan. Mulai dari pemasaran mesin pencari SEM, SEO, banner iklan di situs web tertentu, pemasaran melalui email, media sosial, atau yang lainnya.

4. Turbo Marketing

Turbo Marketing adalah jenis pemasaran yang mengutamakan kecepatan. Menjadi sebuah keharusan bahwa lebih cepat dari pesaing adalah hal penting dalam memproduksi, memasarkan, melayani, dan mengirim produk.

5. New Wave Marketing

New Wave Marketing merupakan pendekatan marketing konvensional yang bersifat “vertikal”. Pendekatan vertikal yang saya maksud adalah pendekatan yang menggunakan media konvensional seperti televisi, radio, koran, majalah dan lain sebagainya.

6. Viral Marketing

Viral marketing merupakan istilah yang mengacu pada teknik pemasaran jaringan sosial yang sudah ada. Pemasaran ini bertujuan untuk menghasilkan peningkatan brand awareness. Viral promosi dapat berupa video, permainan interaktif, ebooks, gambar, teks, dan lain-lain.

Viral marketing adalah istilah yang digunakan pejoratively untuk merujuk pada kampanye pemasaran online yang dikombinasikan dengan iklan undermarket. Pemasaran ini dilakukan di pusat perbelanjaan.

7. Mass Marketing

Mass marketing atau pemasaran massal merupakan strategi pasar di mana perusahaan memilih untuk menghindari perbedaan segmen pasar. Ini adalah jenis pemasaran yang mempromosikan suatu produk kepada khalayak luas.

Tujuannya untuk untuk menyiarkan pesan yang akan mencapai jumlah terbesar. Secara konvensional, Mass Marketing ini telah terfokuskan pada media konvensional seperti radio, televisi dan surat kabar.

8. Business to Business Marketing

Business to Business Marketing adalah pemasaran bisnis ke bisnis atau biasa disebut (B2B). Pemasaran ini mengkhususkan diri dalam permintaan produk secara generasi dan retensi pelanggan.

9. Cross Media Marketing

Cross media pemasaran merupakan bentuk pemasaran di mana perusahaan memiliki komitmen menyaingi iklan media konvensional. Dalam hal ini yang bisa dikomunikasikan oleh media massa adalah email, halaman web, teks, atau yang lainnya.

Jenis marketing ini cukup menguntungkan karena pemasaran yang dilakukan menguntungkan iklan dari pengiklan tunggal. Selain itu, cara ini berhasil menghubungkan antara pengiklan dan penerbit. Keduanya sama-sama dapat meningkatkan keuntungan.

Digital Marketing?

Apa yang pertama kali muncul di pikiran Anda ketika mendengar istilah itu?

“Digital Marketing merupakan pemasaran produk dengan menggunakan media online”

“Oh, Digital Marketing itu adalah yang sekarang kita kenal dengan mbak-mbak selebgram yang sedang endorse-endorse terus diupload di feed instagramnya”

“Oh, Digital Marketing itu yang kalau kita mencari informasi di Google seputar apapun yang ingin kita ketahui. Biasanya ada yang ngiklan dan cepet-cepet kita silang-silangin.”

“Dengan digital marketing, Anda akan menghemat banyak waktu untuk promo produk. Bisnis juga akan cepat dikenali banyak orang.”

Ya, hampir semua jawaban di atas ada benarnya. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini mengenai apa itu digital marketing.

Kalau Anda ingin serius belajar digital marketing, sebaiknya jangan dilewatkan!

Apa itu Digital Marketing?

Digital marketing adalah kegiatan pemasaran produk konvensional atau jasa yang dilakukan menggunakan media digital. Pemasaran secara digital ini memanfaatkan kecanggihan teknologi, “internet” dan beberapa hal yang mendukungnya.

Dalam digital marketing, seluruh strategi pemasaran yang digunakan harus tetap terhubung secara online dengan konsumen.

Digital Marketing juga dapat diartikan sebuah kegiatan mempromosikan merek/produk dengan menggunakan segala bentuk saluran periklanan digital untuk menjangkau konsumen. Saluran tersebut antara lain Televisi, Radio, Internet, atau bentuk media digital lainnya.

Kegiatan digital marketing ini memadukan teknik pemasaran dan pengetahuan mengenai teknologi di dunia pasar bisnis. Oleh sebab itu, digital marketing menggunakan berbagai platform digital sebagai media pemasaran produk atau jasanya.

Tujuan dari pemasaran ini adalah untuk menjangkau sebanyak-banyaknya target konsumen secara efisien dan relevan. Biasanya, digital marketing dilakukan melalui platform digital website, media sosial marketing, iklan PPC, email marketing, hingga SEO.

Perbedaan Digital Marketing dengan Marketing Konvensional

Selain digital marketing, juga terdapat istilah marketing konvensionall. Kedua istilah ini sangat akrab dalam dunia bisnis dan permasaran. Justru marketing secara konvensional ini yang sebenarnya tidak asing bagi Anda, iya kan?

Masing-masing memiliki ciri dan karakteristik strategi pemasaran yang berbeda. Berikut adalah perbedaan digital marketing dan marketing konvensional:

1. Mengukur Target Pemasaran

Perbedaan digital marketing dengan marketing konvensional menurut pengukuran target pemasaran

Target pemasaran, artinya adalah menjual kepada siapa.

Pernah melihat iklan baliho atau billboard?

Jika memasang iklan baliho atau billboard yang besar di pinggir jalan, target market produk akan sulit diidentifikasi. Maksudnya, siapa saja bisa melihatnya.

Kemudian, apakah orang yang melihat iklan tersebut akan membeli?

Bisa iya, bisa tidak. Tidak bisa diukur.

Permasalahannya adalah apakah mereka yang melihat iklan tersebut adalah target market yang dikehendaki? Tentu tidak ada kepastian. Dari sini bisa dilihat kalau iklan model konvensional sulit untuk diukur.

Saya pernah sharing dengan teman yang membuka kedai bakso. Dia membuat promo diskon dengan mengiklankannya menggunakan brosur yang disebar ke beberapa tempat umum di daerah sekitar.

Ada pembelian, tapi dia tidak bisa memastikan brosur yang disebarkan kemana yang efektif.

Sedangkan dengan digital marketing, Anda dapat menentukan iklan produk akan muncul hanya kepada target sasaran.

Karena dalam penggunaan iklan digital, bisa diukur dan ditargetkan berdasarkan usia, gender, dan lokasi. Bahkan juga bisa mengetahui apa yang disukai kebanyakan konsumen.

Saya berikan studi kasus bagaimana Saya memasarkan Lukiluck.

Karena konsep pemasarannya membagikan peluang untuk jadi reseller, target pemasarannya Saya buat seperti ini.

  • Minat : Bisnis (dan semacamnya)
  • Lokasi : Jakarta (dan daerah potensial lainnya)
  • Usia : 23-35 tahun (Saya sesuaikan dengan riset yang sudah Saya lakukan, misal asumsi tingkat penghasilan, dan usia yang berpotensi membeli)
  • Jenis kelamin : Laki-laki dan Wanita.
  • Penempatan iklan : Story instagram (Dimana layanan internet yang sering dibuka target konsumen Saya)

Tentu yang Saya lakukan jauh lebih spesifik daripada itu. Tapi, Saya rasa beberapa hal tersebut sudah jauh lebih spesifik dari pada menggunakan strategi marketing yang masih konvensional.

2. Cara Komunikasi

Perbedaan digital marketing dengan marketing konvensional menurut cara komunikasi

Interaksi yang terjadi pada digital marketing bersifat dua arah. Jika Anda beriklan pada salah satu website atau media sosial tertentu, maka konsumen akan bisa memberikan respon mengenai produk/iklan, seperti dengan cara mengetik pada kolom komentar atau memberikan pesan secara langsung.

Ketika ada yang merespon iklan Anda, Notifikasi langsung dapat Anda terima.

Memperbesar peluang pembelian, juga mempercepat transaksi penjualan.

Sedangkan marketing secara konvensional hanya bersifat satu arah. Saat memasang iklan pada salah satu saluran televisi, maka sesorang yang sedang melihat iklan tidak dapat langsung memberikan respon. Begitu juga dengan media seperti koran, radio, atau reklame.

3. Waktu dan Biaya

 

Perbedaan digital marketing dengan marketing konvensional menurut waktu dan biaya

Konvensional marketing akan banyak memakan waktu dan biaya. Proses yang digunakan untuk mengurus iklan sangat rumit.

Terkadang Anda harus menunggu antrian dan tidak jarang waktu beriklan telah digunakan oleh pengiklan lain.

Berbeda dengan digital marketing, proses pembuatan iklan akan lebih cepat. Anda bisa menentukan kapan waktu beriklan dan berapa lama tanpa harus mengantri.

Proses pembuatan iklan juga dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Selain itu, juga bisa mengatur budget yang dimiliki.

4. Tentang Perkembangan Pemasaran Produk

Dalam marketing konvensional, Anda tidak akan mengetahui sejauh apa perkembangan pemasaran produk. Hal ini biasanya mengenai seberapa banyak yang sudah tahu dan mengenal produk yang dipasarkan. Bahkan Anda juga tidak mendapatkan data berapa banyak konversi yang terjadi.

Sedangkan dengan digital marketing, bisa mengetahui jumlah konsumen yang melihat iklan. Tidak hanya itu, Anda juga mengatahui biaya yang sudah dikeluarkan, serta berapa banyak hasil yang didapatkan dari iklan tersebut.

5. Jumlah pengguna media

Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, saat ini cara-cara konvensional lebih cenderung untuk ditinggalkan oleh masyarakat. Cara konvensional dianggap memiliki banyak kekurangan, khususnya jumlah pengguna yang semakin turun.

Surat kabar saja sekarang sudah banyak yang melirik peluang dari segi media online.

Sebab, sebelum mereka beralih sudah banyak pesaing yang cukup sukses sebagai media online.

Tidak heran sih. Faktanya, setengah penduduk Indonesia sudah beralih ke internet. Banyak dari mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan gadget dibanding membaca surat kabar.

6. Biaya Iklan

Biaya konvensional marketing cenderung tidak fleksible. Biaya iklan di koran selama 1 hari membutuhkan biaya sekitar 100 ribu (tergantung perusahaan dan jenis iklan). Kemudian untuk pemasangan iklan 1 halaman penuh di koran dalam 1 hari Anda harus mengeluarkan biaya mencapai puluhan juta rupiah.

Saya berikan contoh yang Saya ambil dari pusatpemasanaganiklan.com.

Saya ambil contoh dari harga pasang iklan baris termurah di Kompas tahun 2019 adalah Rp 58.000/baris (Iklan tentang rumah, tanah, mobil, agen, agrobisnis, dll) dengan minimal 3 baris dan maksimal 12 baris.

Jika diambil paling minimal, artinya untuk modal pasang iklan sehari membutuhkan anggaran senilai Rp 174.000 untuk diterbitkan dalam 487.958 eksemplar (jumlah dari sumber yang sama).

Artinya ada 480 ribu lebih orang yang membaca koran tersebut. Tapi jangan senang dulu, tidak semua melihat iklan Anda bukan?

Sementara dengan anggaran biaya yang sama menjangkau 57K-166K.

Kenapa lebih kecil?

Secara angka kelihatannya lebih kecil, tapi menurut Saya lebih tertarget.

Begini, 480 lembar koran kompas apakah pembacanya adalah satu minat? Tentu tidak.

Ada yang ingin baca berita olahraga, ada yang baca berita ekonomi, ada yang politik dan lainnya.

Kalau menggunakan iklan online (misal FB Ads) bisa ditarget dengan minat yang sama.

Kelebihannya lagi, yang kita perbandingkan tadi iklan di koran hanya dalam 3 baris kata-kata. Itu kecil.

Sementara iklan pada FB Ads bisa dalam bentuk visual yang lebih menarik.

Bisa foto, desain promo, ataupun video promosi.

Ngomong-ngomong, untuk beriklan di FB Ads anggaran minimal hanya sebesar Rp 10.000. Umumnya disarankan untuk 4 hari agar hasil lebih optimal.

Jadi, untuk memulai kira-kira hanya membutuhkan anggaran biaya iklan sebesar Rp 40.000.

7. Tentang Respon Konsumen

Memasang iklan secara konvensional, akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui respon konsumen. Untuk mengetahuinya tidak bisa cepat, tentunya harus menunggu laporan dari media dimana Anda memasang iklan hingga kontrak iklan habis.

Sedangkan jika memasang iklan melalui media digital, setiap respons konsumen akan langsung diketahui dan masuk dalam notifikasi. Sehingga, dengan cepat bisa mengukur keefektifan iklan/pemasaran.

8. Evaluasi dan Revisi Strategi Pemasaran

Menggunakan konvensional marketing di koran misalnya, Anda akan kesulitan melakukan evaluasi dan revisi terhadap pemasaran produk. Untuk melakukannya membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari iklan berjalan. Lamanya proses membuat pemasaran produk menjadi tidak efektif.

Sedangkan dalam dunia digital, perubahan semacam itu bisa langsung dilakukan. Bahkan hanya dalam hitungan jam atau kurang dari sehari. Jika strategi atau materi dirasa kurang efektif, tidak perlu menunggu lama dan langsung bisa melakukan evaluasi dan revisi dengan cepat.

9. Perbedaan Harga dan Jam Tayang Iklan

Perbedaan selanjutnya adalah harga iklan dan jam tayangnya. Ketika Anda menggunakan konvensional marketing, memasang iklan di radio pada jam pagi dan sore memiliki harga yang berbeda. Bahkan di televisi pun harga disesuaikan dengan pada acara apa akan ditayangkan.

Sedangkan digital marketing tidak demikian. Tidak ada perbedaan harga saat memasang iklan di media digital. Iklan akan memiliki harga tetap dan sama kapan pun dan selama apapun ketika ditayangkan.

Mengapa Harus Menerapkan Digital Marketing?

Digitalisasi telah menjadi arena persaingan ketat dan sangat kompetitif dalam dunia bisnis.

Digital marketing adalah strategi yang harus diterapkan pada setiap bisnis jika ingin bertahan ditengah dinamisnya perkembangan teknologi saat ini.

Berikut alasan mengapa harus menerapkan digital marketing:

1. Digital Marketing Akan Lebih Menghemat Biaya

Belajar internet marketing, tidak selalu tentang mempelajari tentang cara beriklan di internet.

Artinya, tidak hanya tentang strategi pemasaran berbayar.

Ada juga kok yang gratis.

Sebenarnya tidak benar-benar gratis. Tentu butuh anggaran untuk mengembangkannya di awal. Tapi tidak besar. Minimal keluar biaya untuk paket data.

Contoh penerapan strategi digital marketing yang gratis seperti SEO, email marketing, dan social media marketing secara organik.

Mau coba?

Tentu tidak mudah, tapi bisa dipelajari kok.

2. Konsumen Mencari Informasi dan Melakukan Riset Sebelum Membeli Produk

Konsumen cenderung mencari informasi tentang suatu produk, layanan, maupun brand secara sebelum melakukan pembelian. Saat ini, tentu saja riset secara online paling mudah untuk dilakukan.

Contoh riset yang dilakukan konsumen adalah dengan membaca review produk.

Bisa dalam bentuk review oleh blogger, selebgram, youtuber, atau sekadar review di market place.

Termasuk mempertimbangakn penilaian pemberian bintang seperti di market place atau yang bisa ditemukan juga pada mesin pencari google ketika Anda mencari tahu tentang bisnis tertentu.

3. Pengukuran Keberhasilan Digital Marketing Lebih Lengkap dan Akurat

Digital marketing lebih unggul dalam hal pengukuran efektibitas strategi, baik itu yang gratis ataupun berbayar seperti iklan.

Pengukuran keberhasilan strategi internet marketing ini bisa dilakukan dengan berbagai macam tools seperti Google Analytics, pixel, tracking scripts, ataupun tag untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Metrik pengukuran yang lengkap akan memudahkan Anda dalam mengukur kinerja strategi online marketing yang diterapkan. Misalnya saja, seberapa banyak jumlah iklan yang ditampilkan.

Beberapa contoh lainnya seperti mengukur jumlah unduhan, jumlah pengunjung yang mendaftar di website, dan berbagai respon konsumen terhadap iklan produk.

4. Menghasilkan Return on Investment (ROI) yang Lebih Baik

Integrasi digital marketing dapat memberikan banyak kelebihan untuk bisnis Anda, keuntungan yang lebih besar, dan juga Return on Investment (ROI) yang lebih cepat juga besar.

Alasannya bisa ditargetkan kepada calon konsumen yang tepat.

Selain itu, mudah untuk diukur sehingga mudah untuk dievaluasi.

Semakin Anda bisa mengevaluasi strategi dengan tepat, maka semakin optimal strategi online marketing yang bisa diterapkan.

Jika ingin belajar mengukur ROI untuk strategi digital marketing, bisa dibaca di sini.

5. Digital Marketing Membantu Bisnis dalam Hal Tren Masa Kini

Tren di era digitalisasi semakin berkembang dalam waktu yang cepat. Sebagai pebisnis, Anda harus mengikuti tren agar mudah diterima masyarakat.

Tren biasanya dalam bentuk penggunaan aplikasi teknologi terbaru, jargon, atau budaya populer yang banyak dibicarakan masyarakat.

Dengan memanfaatkan tren, Anda dapat meningkatkan bisnis di dunia digital yang berpengaruh pada jumlah konsumen.

Konsumen akan bertambah jika konten menarik dan sesuai tren. Penggunaan media sosial  adalah cara efektif untuk dapat selalu terhubung dengan tren.

Sebab memiliki layanan untuk melihat sesuatu yang sedang trending.

Mislanya saja trending hasthag yang ada pada twitter atau trending video pada youtube.

Selain menggunakan social media, mengukur sesuatu yang sedang tren juga bisa menggunakan tool gratis dari Google. Yakni google trends.

6. Digital Marketing Dapat Membantu Mendapatkan Kepercayaan Publik

Dengan interaksi melalui layanan konsumen secara intens, Anda akan membangun kepercayaan konsumen. Melalui respon konsumen tersebut, dapat mengukur seberapa efektif strategi marketing yang diterapkan. Kemudian Anda jadi tahu, strategi mana yang harus dievaluasi untuk memaksimalkan penjualan.

Selain membangun interaksi yang intens dengan konsumen, Anda perlu membuat program untuk sekadar “memanjakan” konsumen. Sesekali giveaway yang dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi terhadap konsumen.

Dengan begitu, konsumen merasa diperhatikan. Perhatian tersebut bisa menyebabkan kepercayaan yang lebih. Bahkan, bisa menjadikan mereka sebagai konsumen tetap dalam sebuah bisnis yang sedang Anda jalankan.

7. Memperbesar Peluang Konversi Penjualan

Salah satu alasan produk tidak laku karena dijual kepada orang yang salah.

Ibaratnya seperti ini, menjual obat batuk kepada semua orang di pasar.

Siapa yang akan membeli?

Hanya yang sedang sakit batuk, memiliki riwayat sakit batuk, atau yang memiliki keluarga sedang sakit batuk.

Tidak semua orang di pasar yang sudah ditawarkan akan membeli.

Jika yang membeli bisa mencapai target, tentu tak jadi soal. Tapi itu hanya harapan tanpa dasar data yang kuat.

Bagaimana jika sebaliknya?

Penjualan tidak memenuhi target, atau bahkan tidak ada yang membeli karena ternyata tidak ada yang sakit batuk di pasar.

Tentu hanya membuang waktu dan biaya promosi.

Dengan contoh yang sama, tapi dengan strategi digital marketing.

Target konsumen yang dicari adalah yang sakit batuk atau punya riwayat penyakit batuk.

Fokuskan saja pada target yang memiliki ketertarikan pada sakit atau obat batuk.

Itulah hebatnya digital marketing, semua riwayat kebiasaan, aktivitas dan riwayat pencarian seseorang bisa terekam.

Jadi bisa dikelompokkan ke dalam satu kelompok bagi yang memiliki minat sama.

Misal kita incar orang-orang yang mencari di internet dengan kata kunci “Cara mengobati batuk”.

Kata kunci tersebut bisa kita kembangkan untuk membuat strategi pemasaran baik secara organik maupun secara berbayar seperti menggunakan google ads.

Dengan begitu, peluang menghasilkan konversi penjualan jadi sangat besar. Sebab lebih tepat sasaran.

8. Konsumen Dari Pengguna Ponsel

Menurut data dari wearesocial.com yang sudah Anda lihat di atas, ada satu data yang menarik. Dari 268,2 juta jiwa total penduduk di Indonesia, 133% adalah pengguna ponsel. Kesimpulannya, setiap orang bisa dikatakan memiliki minimal 1 ponsel.

Dan faktanya, saat ini hampir semua ponsel terhubung ke jaringan internet, dan tentunya difungsikan untuk berselancar di internet.

Bahkan, jika bisa membuat pernyataan yang menyentil, Saya ingin bilang kalau rata-rata dari mereka tidak dapat hidup tanpa ponsel yang dipercaya memudahkan segala urusan.

Termasuk Anda, bukan?

Saya juga sih! (Tapi Saya berusaha tak berlebihan kecuali untuk keperluan bisnis)

Maka hal itu menjadi peluang besar bagi pemasaran digital.

Pemasaran ini ditujukan kepada konsumen pengguna ponsel.

Hebatnya, ponsel telah berevolusi dari hanya menjadi alat komunikasi hingga menjadi suatu alat yang mempengaruhi keputusan pembelian.

Jangan heran, semua karena sifat fleksibilitasnya dalam penggunaan untuk mencari informasi dan kecepatan pengambilan keputusan, dimanapun dan kapanpun.

9. Digital Marketing Membangun Reputasi Brand atau Produk

Kekuatan dasar pemasaran digital terletak pada kemampuan untuk menarik target konsumen. Pelayanan yang baik akan membantu membangun reputasi produk yang ditawarkan. Anda akan membuat konsumen kembali secara teratur dan terus menerus berinteraksi.

Jika reputasi produk baik di mata konsumen, mereka akan puas dan memungkinkan untuk memberitahu orang lain mengenai produk yang ditawarkan. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan dan kelangsungan bisnis ke depan.

Di atas, juga sudah Saya berikan contoh beberapa brand besar yang tidak ketinggalan dalam membangun reputasi di dunia digital.

Pertanyaannya, sudahkah Anda membangun reputasi brand Anda secara online?

10. Digital Marketing Dapat Membujuk Orang Untuk Mengambil Tindakan

Jika Anda mempelajari teknik copywriting dan berhasil menerapkannya dalam kemasan strategi digital marketing.

Penjualan Anda bisa melebihi apa yang Anda bayangkan.

Apa sih teknik copywriting itu?

Kalau dijelaskan bisa panjang sih.

Singkatnya adalah senih mengolah kata yang bisa mempengaruhi psikis calon konsumen untuk segera mengambil tindakan.

Beberapa komponen yang sering digunakan seperti penggunaan social proof seperti testimonial, garansi, promo diskon, kelangkaan, dan banyak lainnya.

Belajar Digital Marketing dengan Memahami Macam Strateginya

Dari banyak yang dibahas, baru belajar digital marketing secara intinya sekarang ya?

Jangan salah!

Saya rasa, apa yang sudah dibahas di atas itu penting bagi Anda jika memang serius ingin belajar digital marketing.

Sebab, dengan memahami betapa pentingnya online marketing, Anda tidak akan mudah menyerah.

Ya benar! Mudah menyerah masih menjadi musuh utama dalam belajar internet marketing.

Dalam digital marekting, setiap proses pemasaran pasti memiliki strategi yang berbeda-beda.

Strategi ini dapat diterapkan pada bisnis tertentu atau mengkombinasikan beberapa strategi online marketing. Berikut kategori strategi digital marketing yang harus Anda ketahui:

1. SEO (Search Engine Optimization)

Pernah dengar?

Mungkin masih asing ya?

Tapi Saya yakin kehidupan Anda tak jauh-jauh dari istilah SEO.

Pasti pernah kan, ketika ingin mencari informasi atau mencari solusi Anda mengandalkan Google.

Nah, beberapa link website/blog yang muncul pada pada satu halaman hasil pencarian Anda itulah dampak dari penerapan strategi SEO. (Kecuali link iklan ya)

Secara istilah sih, SEO singkatan dari Search Engine Optimization.

Search Engine adalah mesin pencari atau bisa dibilang sistem digital yang memproses hasil pencarian Anda pada kolom pencarian Google.

Informasi saja, mesin pencari tidak hanya Google ya. Hanya lebih sering digunakan saja dan mungkin lebih familiar.

Kembali pada topik.

SEO sendiri merupakan sebuah usaha optimasi internet marketing yang umumnya dengan tujuan agar konten website memperoleh peringkat bagus pada mesin pencarian semacam Google atau yang lainnya.

SEO terkadang banyak dipandang sebelah mata karena banyak pebisnis mengabaikan hal ini.

Atau mungkin karena mereka tidak tahu betapa pentingnya hal ini ya. Bisa jadi.

Riset Kata Kunci untuk SEO
Riset Kata Kunci untuk SEO

Coba lihat riset kata kunci di atas. Amati poin Lampu Taman saja!

Ada sekitar 1000 sampai 10.000 pencarian kata kunci tersebut dalam sebulan.

Buat seribu saja! Dan anggap satu pencarian satu orang!

Artinya ada potensi seribu orang yang memiliki ketertarikan pada lampu taman. Tentunya orang-orang tersebut memiliki potensi besar untuk membeli lampu taman.

Kesalahan pebisnis, sangat jarang sekali yang memanfaatkan SEO untuk mengincar 1000 potensi pembeli tersebut.

Sayang ya?

Padahal strategi SEO ini gratis loh!

Bayangkan kalau strategi SEO nya berhasil! Bisa menghasilkan potensi seribu penjualan tanpa keluar biaya.

Biasanya, pebisnis yang tidak sadar manfaat SEO ini hanya terfokus untuk mengeluarkan budget terus-menerus kepada hal-hal yang kurang efektif.

Atau sekadar membuat website untuk sekadar punya saja.

Padahal, SEO dalam strategi online marketing merupakan senjata yang cukup ampuh untuk kelangsungan bisnis jangka panjang jika dilakukan dan dikelola dengan baik.

Benar, satu konten yang berhasil tembus halaman pertama google (Jika memang kontennya terbaik) bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

Kalau yang seperti itu diabaikan, bukannya sayang ya?

Dalam pengembangan strategi SEO, dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian yang saling melengkapi, yaitu On Page SEO dan juga Off Page SEO. Simak berikut ini:

A. On Page SEO

On Page SEO merupakan salah satu bentuk optimasi website digital marketing. Bentuk ini diterapkan pada konten pemasaran yang dipublikasikan. Saat konten pemasaran terpublis, maka hal itu disebut penerapan SEO.

Setelah konten dipublikasikan, secara otomatis mesin pencarian akan mencoba menemukan sebuah konten. Pencarian ini berdasarkan kata kunci (keyword) yang dipakai pada konten tersebut.

Secara garis besar, On Page SEO terbagi menjadi beberapa komponen utama. Komponen tersebut membawa pengaruh pada proses pemasaran. Di antaranya, kata kunci (keyword), Judul, Url dan Permalink, Isi Konten, Heading, Gambar, serta kecepatan website.

Pertama, Kata Kunci (keyword).

Kata kunci itu sangat penting. Sebab bertujuan menjaring pengguna internet yang sering melakukan pencarian kata kunci tersebut.

Bahkan, untuk optimasi kata kunci ini dibutuhkan riset yang mendalam.

Ada caranya, tapi Saya tidak bisa menjelaskannya di sini.

Bisa panjang.

Dalam satu konten, umumnya kan banyak kata. Lalu bagaimana kata kunci bisa berpengaruh pada SEO?

Jadi gini, kata kunci itu bertujuan agar menjaga konsistensi pembahasan pada fokus kata yang dipakai. Seperti dari jumlah dan strukturnya dalam heading, judul, gambar, dan permalink.

Tapi jangan salah kaprah ya, terutama terkait jumlah.

Jangan asal banyak!

Mesin pencari saat ini sudah sangat pintar. Analisa SEO itu mengedepankan analisa dari kebiasaan user.

Misal kata kunci pada judul, pertanyaannya judul mana yang memiliki kecenderungan untuk diklik oleh pengguna?

Penempatan kata kunci pada judul
Penempatan kata kunci pada judul

Perhatikan contoh di atas, dengan kata kunci “reseller makanan ringan unik“!

Lalu kecenderungan pengguna lebih tertarik dengan judul yang Saya tandai dengan border kuning.

Maka mesin pencari google ke depannya akan menilai kalau judul kedua lebih disukai pengguna daripada judul pertama.

Kenapa bisa begitu ya?

Asal Anda tahu, Google itu juga bisnis.

Agar penggunanya tetap banyak dan setia, maka google mengedepankan juga kenyamanan pengguna. Artinya, konsep SEO mengedepankan kenyamanan pengguna.

Jadi, jika kata kunci asal banyak yang justru hanya membuat konten tidak enak dibaca, jadinya pengguna merasa tidak nyaman.

Penilaian google pun akhirnya juga seperti penilaian pengguna.

Tidak nyaman dan nilainya jelek.

Jadi, pandai-pandai merangkai kata ya, agar penempatan kata kunci masih membuat artikel masih enak dibaca.

Saya juga masih terus belajar mendalami hal ini kok!

Jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Masih ada temannya. Minimal Saya.

Kedua adalah Judul.

Setelah menentukan kata kunci, Anda perlu menentukan judul yang sesuai dengan kata kunci.

Sudah Saya ulas sedikit kan di atas?

Penentuan judul harus menarik. Sehingga, dapat digunakan sebagai daya tarik calon konsumen saat melihat konten Anda.

Terutama ketika melakukan pencarian di mesin pencari. Atau ketika melihat judul artikel Anda yang dishare melalui media sosial.

Pertanyaannya, judul artikel yang menarik seperti apa?

Coba baca panduan menulis judul ini saja!

Selanjutnya adalah Url atau Permalink.

Sebenarnya begini, secara otomatis url/permalink sudah menyesuaikan dengan judul.

Masalahnya, tidak semua kata dalam judul adalah kata kunci, bukan?

Dan jadinya permalink bisa terlalu panjang. Selain jelek, juga mempersuli mesin pencari untuk menganalisanya.

Jadi sebaiknya gunakan url/permalink yang mewakili kata kunci saja.

Ini contoh saja!

Saya membidik kata kunci “Belajar Digital Marketing” pada konten ini.

Judul : Untuk Orang yang Ingin Belajar Digital Marketing, tapi Bingung Mulai Dari Mana

URL : https://blogniam.com/belajar-digital-marketing.

Keempat adalah Isi Konten.

Sebelumnya, harus dipahami dulu ya kalau konten tidak selalu tentang artikel.

Video atau gambar juga termasuk konten.

Berhubung pembahasannya SEO, pada umumnya konten memang masih seputar artikel.

Inti sebuah artikel SEO adalah isi kontennya. 

Isi konten yang berkualitas akan membuat calon konsumen betah berlama-lama membaca. 

Sudah Saya bahas juga kan kalau algoritma google mempertimbangkan kenyamanan penggunanya dalam membaca konten sebuah website.

Salah satu cara mengukurnya adalah dengan cara

  1. Menghitung lama waktu pengguna membaca konten
  2. Jumlah aktivitas pada konten tersebut, seperti komen dan share
  3. Jumlah URL konten tersebut yang terpasang sebagai link di website lain.

Kesimpulannya, isi konten yang bagus adalah yang menarik dan banyak manfaatnya sehingga banyak direkomendasikan oleh orang lain.

Kelima adalah Heading.

Heading merupakan format teks yang sering dipakai untuk menandai beberapa bagian tertentu pada On Page SEO.

Saat Anda mengedit SEO, pada menu pengaturan format google menyediakan heading tipe 1 sampai tipe 3 (H1-H3).

Untuk perbedaannya, jika heading 1 digunakan untuk penanda topik utama. Kemudian heading 2 dipakai untuk sub topik pada SEO.

Sedangkan heading 3 untuk menegaskan rincian dari sub topik. Fungsi utamanya adalah agar memudahkan membaca isi konten.

Keenam adalah Gambar.

Daya tarik lain yang tidak boleh diabaikan adalah gambar.

Karena gambar membuat tampilan SEO pemasaran Anda lebih segar dan menarik. Pembaca/calon konsumen akan bosan jika tampilan website hanya dipenuhi teks saja.

Gambar juga dapat membantu online marketing tentang konten yang berisi panduan.

Calon konsumen yang mengunjungi website cenderung lebih menyukai konten yang bergambar karena segar dipandang.

Sebagai catatan:

  • Gunakan gambar yang relevan dengan topik yang sedang dibahas
  • Gambar harus beresolusi tinggi atau tidak pecah
  • Penggunaan gambar yang menarik, jangan yang asal baik itu hasil dari desain grafis ataupun dari pengambilan foto.
  • Boleh menggunakan gambar dari internet, asal jangan lupa mencantumkan sumbernya.

Terakhir adalah Kecepatan Website.

Jadi begini, Anda pasti pernah mengalami hal berikut ini.

Ketika berselancar di internet, akan tetapi hanya loading.

Pasti jengkel.

Ada dua penyebab memang.

Nah, kenapa kecepatan website ini berpengaruh?

Sebab begini, jika memiliki website dengan kecepatan baik, itu berpengaruh positif pada peringkat website pada mesin pencarian.

Ketika calon konsumen mengakses, mereka biasanya tidak mentolerir website yang terlalu lambat saat diakses. Dengan kata lain, beralih mencari konten dari website lain untuk dibaca.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan website.

B. Off Page SEO

Off page SEO merupakan tindakan optimasi SEO yang diambil di luar situs halaman konten terkait. Tindakan ini dilakukan jika ingin mempengaruhi peringkat dalam halaman mesin pencarian.

SEO tidak hanya terfokus pada isi di dalam kontennya saja, tetapi juga harus mempelajari bagaimana mengelola hal-hal yang di luar konten. Hal ini dilakukan untuk mendukung optimalisasi SEO.

Off Page SEO sangat berpengaruh pada bagaimana SEO melakukan pekerjaannya. Pada kasus tertentu, mesin pencarian akan menggunakan authority untuk menentukan isi konten manakah yang memiliki kualitas baik.

Atau bisa juga disimpulkan bagaimana usaha kita untuk memberi tahu mesin pencari google bagaimana pendapat pengguna terkait konten yang sudah dibuat (dan tentunya sudah dioptimasi secara On Page).

Nah, kalau dulu, optimasi SEO secara off page ini cenderung dilakukan dengan menyebarkan link konten di forum-forum, kolom komentar, website direktori, artikel direktori, social bookmarking, dan secara berlebihan melakukan share pada media sosial.

Saat ini, sudah tidak efektif lagi. Cenderung dinilai buruk oleh mesin pencari.

Optimasi off page yang direkomendasikan seperti:

A. Membangun backlink atau link building.

Bukan tentang semakin banyak, tapi semakin berkualitas backlinknya.

Sebenarnya, backlink di sini dinilai sebagai rekomendasi orang lain terhadap konten Anda. 

Seperti yang sudah Saya bahas berkali-kalai kalau algoritma mesin pencari google menginginkan kepuasan dari pengguna. Tentunya, konten terbaik yang akan diberikan pada pengguna.

Salah satu konten terbaik adalah yang banyak direkomendasikan, tapi juga akan dilihat siapa yang merekomendasikannya.

Dalam segi backlink, akan dilihat relevansi topik pembahasan serta kredibilitas website yang memberikan rekomendasi juga.

B. Memanfaatkan social media, tapi tidak berlebihan.

Tiga kejelekan melakukan share secara berlebihan di media sosial adalah:

  • Bisa dianggap buruk oleh mesin pencari google itu sendiri.
  • Dianggap spam oleh media sosial.
  • Ditinggalkan oleh teman atau pengikut media sosial, sebab dianggap mengganggu.

Jadi, mengingat penggunanya yang banyak, sebaiknya tetap manfaatkan media sosial. Tentunya dnegan cara yang benar.

Memang ada strateginya sih.

2. SEM (Search Engine Marketing)

SEM singkatan dari Search Engine Marketing. SEM merupakan cara untuk meningkatkan visibilitas website pada halaman hasil pencarian.

SEM melingkupi taktik SEO untuk mengoptimalkan mesin pencarian. Selain itu, SEM juga menyertakan penggunaan pencarian berbayar.

Apa saja contohnya?

Seperti iklan Google Ads, Social Media Marketing (SMM), dan daftar bayar per-klik (PPC).

Dilihat dari sini, bentuk SEM sebagian besar merupakan kampanye iklan dan berbagai kegiatan PPC pada website pemasaran.

Perbedaan SEO dan SEM adalah, jika SEO bertugas meningkatkan jumlah pengunjung calon konsumen pda peringkat tertinggi, maka SEM memiliki jangkauan yang lebih besar.

Oleh karena itu, SEM dianggap sebagai internet marketing yang meningkatkan visabilitas melalui iklan.

Dari perbedaan tersebut, optimisasi mesin pencarian SEO hanya sebuah komponen. Sedangkan SEM adalah mesin pencarian dari komponen SEO.

Perlu Anda ketahui bahwa tidak boleh menggunakan istilah SEO dan SEM bersamaan, karena kegunaannya yang berbeda.

Kemudian Anda juga perlu mengetahui taktik pemasaran yang lebih baik dari SEO dan SEM.

Menurut Saya, SEO merupakan pendekatan kepada calon konsumen yang lebih baik. Mengapa? Karena SEM tidak berjalan dengan baik tanpa menggunakan taktik SEO.

Namun, pada kasus tertentu ada di mana salah satu komponen SEM lebih mudah diterapkan dibanding SEO. Meskipun terkadang SEO juga membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi bisa dimimalisir dengan membangun kredibilitas yang dibuat dengan kampenye seperti PPC.

3. Content Marketing

Content marketing merupakan cara pemasaran yang fokus kepada pembuatan dan pendistribusian isi konten.

Konten yang dimaksud adalah konten relevan dan konsisten mengenai produk/brand. Tujuannya agar bisa menarik dan mempertahankan pengunjung online marketing.

Konten sangat penting dalam pemasaran. Selain dapat mempertahankan calon konsumen, juga mendorong tindakan supaya bisa menghasilkan keuntungan.

Anda perlu mengetahui konten yang baik untuk SEO. Simak berikut ini:

Ulangi Kata dan Frasa

Agar konten pemasaran menuju pada satu topik saja, Anda dapat melakukannya dengan mengulangi frasa dan kata yang sama. Tidak hanya satu atau dua kali saja, tetapi ulangi hingga beberapa kali.

Perlu diingat, jangan pernah memaksakan kata atau frasa untuk diulang. Terkadang, hal itu bisa membuat konten pemasaran melebar dari apa yang sedang di bahas.

Selain itu, juga dapat mengakibatkan isi konten yang rumit dan tidak mudah dipahami.

Batasi Jumlah Kata

Sama seperti menentukan dan membuat judul, konten juga perlu pembatasan jumlah kata.

Paling tidak, format konten berisi 3 sampai 4 maksima paragraf. Mengandung 6 sampai 8 baris tiap-tiap paragraf, dan 14 hingga 16 kata pada setiap barisnya.

Hal ini bertujuan supaya isi konten pemasaran Anda lebih rapi dan nyaman dilihat.

Pembaca atau calon pengujung biasanya terlalu enggan dengan kalimat yang bertele-tele dan rumit. Mereka lebih menyukai ringkas, padat, dan jelas dipahami.

Pisahkan Setiap Bagian

Pada kasus tertentu, setiap artikel SEO membutuhkan pembahasan yang panjang. Kelemahan artikel ini akan mengurangi kenyamanan calon konsumen ketika membaca.

Bisa disebabkan karena monitor ponsel yang memiliki ukuran kecil, atau konten tidak dapat terlihat maksimal.

Untuk menghindari pembuatan konten yang buruk semacam itu, Anda dapat melakukan beberapa cara.

Seperti menggunakan sub heading, memberikan foto atau gambar, menyediakan beberapa ruang kosong, dan potongan dati konten dibuat menjadi quotes.

4. Social Media Marketing (SMM)

Social Media Marketing (SMM) merupakan sebuah proses marketing/pemasaran yang dilakukan oleh pihak ketiga, yaitu website online berbasis media sosial.

Banyak media sosial yang dapat digunakan untuk promosi atau pemasaran produk.

Akun  media sosial yang paling sering digunakan para pebisnis online saat ini seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Terutama instagram, yang akhir-akhir ini seperti menjadi primadona media sosial untuk memasarkan produk.

Ya, bahkan Saya juga memanfaatkan Instagram untuk media branding bisnis Saya sendiri, yakni @lukiluck.id

Follow ya!

Kendati juga memiliki akun fanpage Lukiluck dan Twitter perhatian Saya cenderung dalam membesarkan akun instagram.

Lebih cenderung karena pasarnya dominan di sana saja.

Melalui media sosial ini para pengusaha yang menerapkan strategi online marketing dapat dengan mudah mengenalkan dan melakukan promosi yang terstruktur serta tepat sasaran.

Terdapat beberapa komponen penting yang harus ada dalam Social Media Marketing (SMM).

Adanya komponen ini bertujuan supaya proses pamasaran Anda berjalan dengan baik. Simak berikut ini:

Fokus Pada Sasaran

Social Media Marketing (SMM) dapat dilakukan siapa saja dengan syarat memiliki akun media sosial tersebut. Sebelum memasarkan sebuah produk atau jasa, tentukan terlebih dahulu targetnya.

Ibaratnya, lebih baik melakukan pemasaran atau promosi hanya kepada 50 orang yang tepat sasaran, dibandingkan ratusan orang yang belum tentu berminat dengan produk yang Anda jual.

Selain itu, promosi melalui user yang terlah ditargetkan, dapat meningkatkan penjualan.

Menggabungkan Banyak Platform

Dengan menggabungkan banyak platform, secara otomatis pemasaran akan lebih dikenal banyak orang.

Syarat mutlak dari langkah ini adalah dapat mengoperasikan dan mengelola media sosial dan platform dengan baik.

Biasanya, pengguna media sosial dari berbagai platform mempunyai keunikan tersendiri dalam menyikapi pemasaran yang dilakukan.

Beberapa dari mereka menyukai promosi dalam bentuk gambar, teks, video, dan lain sebagainya.

Kekurangannya, fokus tentu terbagi.

Dan kesalahan yang sering dilakukan, setiap platform menggunakan strategi yang sama. Seharusnya kan berbeda. 

Ada Influencer (Seseorang yang Populer)

Tidak cukup dengan konten yang berkualitas, menggunakan influencer sebagai iconic produk juga dapat menarik calon konsumen/pembeli.

Biasanya, influencer ini dari kalangan selebriti atau seseorang yang populer (selebgram) di kalangan masyarakat.

Tugas influencer ini adalah mempromosikan produk Anda baik secara terstimoni foto atau video.

Tujuannya agar banyak orang yang tertarik membeli dan produk dapat lebih banyak dikenal masyarakat.

Mungkin Anda lebih mengenal istilah endorser ya?

Interaksi yang Aktif (Interaktif)

Ketika menggunakan Marketing Media Social (MMS), Anda harus membangun interaksi dan komunikasi yang baik kepada calon konsumen.

Saat ada yang bertanya atau komplain terhadap produk yang dijual, tanggapilah dengan baik dan profesional.

Interaksi yang baik dan aktif akan membuat produk yang Anda pasarkan semakin dipercaya banyak orang.

Selain itu, produk akan semakin banyak diminati dan calon konsumen yang lainnya akan bertambah banyak.

Itu dari segi kepercayaan antara pelanggan dengan pebisnis.

Lalu, dari segi jangkauan media sosialnya bagaimana?

Sangat…. sangat berpengaruh.

Semakin banyak interaksi, tentu saja yang Saya maksud adalah interaksi pada postingan Anda. Maka akan membuat orang yang terbiasa melakukan interaksi pada postingan Anda, entah itu komen, share, atau sekadar like jadi lebih sering melihat update konten yang Anda posting.

Asal Anda tahu, meski jumlah pengikut atau pertemanan Anda di media sosial sangat banyak. Tapi jika minim interaksi, maka konten Anda juga tidak akan muncul di beranda mereka.

Selain dampaknya sangat bagus untuk pengikut atau pertemanan sendiri, interaksi juga berdampak pada algoritma media sosial.

Semakin banyak interaksi, maka algoritma media sosial akan menganggap konten Anda banyak disukai pengguna dan layak diinfokan kepada pengguna lain yang memiliki ketertarikan pada topik yang sama.

5. Pay Per Click (PPC)

PPC adalah singkatan dari Pay Per Click. PPC merupakan salah satu metode memasang iklan di internet yang paling terkenal dan unik. Sistem Pay Per Click ini adalah pengiklan (advertiser) hanya akan membayar jika ada yang meng-klik iklannya di internet.

Sistem periklanan ini banyak diterapkan oleh para perusahaan besar seperti Facebook, Google, dan Instagram. Pay per click merupakan model iklan yang cocok digunakan karena mayoritas penduduk Indonesia sudah banyak yang terhubung dengan internet.

Selain itu, model iklan PPC ini juga lebih efektif, efisien, dan lebih ekonomis dibanding model iklan konvensional lainnya. Berbagai pilihan juga disediakan untuk membuat iklan PPC. Mulai dari Google Ads, Instagram Ads, hingga Facebook Ads.

Selain PPC, ada juga metode Pay Per Impression (PPM). Metode ini adalah membayar per-kemunculan iklan. Biasanya, per-1.000 kali kemunculan. Bedanya, jika PPC dihitung per-klik, sedangkan PPM dihitung per-kemunculan iklan.

6. Affiliate Marketing

Affiliate marketing atau biasa disebut program afiliasi ini tidak asing di dunia marketing/pemasaran. Banyak perusahaan dan pebisnis dalam negeri atau luar negeri yang menyediakan dan menawarkan program afiliasi. Amazon, Rakuten, dan eBay adalah beberapa perusahaan penyedia program afiliasi di luar negeri.

Sementara perusahaan-perusahaan di Indonesia juga banyak yang menyediakan program afiliasi. Mulai dari Bukalapak, BliBli, Tokopedia, Shopie, Matahari Mall, Tiket.com, hingga Niagahoster menyediakan program afiliasi yang bermacam-macam.

Dengan affiliate marketing, Anda dapat mengajak calon konsumen untuk memasang iklan produk kepada teman-teman atau pengikutnya di media sosial. Niagahoster dalam hal ini berhasil menerapkan strategi marketing ini.

Penyedia jasa layanan hosting tersebut sukses mengajak lebih dari 1400 orang untuk mempromosikan produk Niagahoster.

Mulai dari promo hosting murah gratis domain, Email Hosting, VPS Hosting, dan Cloud Hosting. Saran saya, Anda juga harys bisa menerapkan affiliate marketing di bisnis yang dikelola.

7. Email Marketing

Email marketing merupakan pengiriman pesan komersil melalui email. Pesan ini biasanya berupa newsletter dan segala macam bentuk promosi melalui email lainnya. Email marketing ini masuk melalui akum Google yang Anda punyai saat setelah login pada perangkat baik ponsel atau PC.

Beberapa orang menganggap email marketing hanya sebagai spam yang sering dihiraukan dan berpotensi mengganggu konsumen. Tetapi pada kenyataan berkata sebaliknya, penggunaan email marketing terus meningkat setiap tahunnya.

Gary Thuerk adalah orang yang pertama kali mengirimkan email marketing pada tahun 1978. Sejak saat itu, email dikenal sebagai salah satu alat marketing yang cukup efektif dan bisa dipertimbangkan.

Kemudian pada tahun 2017, dari 205 miliar email yang terkirim setiap harinya, 120 milyar di antaranya adalah email bisnis yang di dalamnya termasuk email marketing yang tersebar diseluruh pelosok dunia.

Sebuah studi yang dikembangkan oleh McKinsey and Company mengatakan data valid mengenai email marketing. Ia menunjukkan data bahwa email marketing 40 kali lebih efektif untuk memperoleh konsumen dibandingkan media sosialTwitter dan Facebook.

Keefektifan yang tinggi ini disebabkan karena beberapa perusahaan dengan mudah dapat menjangkau konsumen di area personal mereka, yaitu kotak masuk email. Selain itu, beberapa perusahaan secara sengaja juga bekerja sama dengan Google untuk marketingnya.

Konsumen bersedia berlangganan email marketing atau newsletter jika ada sesuatu yang ditawarkan. Menurut penelitian, 70% konsumen mendapatkan kupon dari email marketing. Hal ini menunjukkan bahwa email marketing mendorong untuk berbelanja online atau langsung ke toko.

8. Google Bisnisku

Google Bisnisku merupakan fitur yang berguna untuk mempermudah calon konsumen mengetahui informasi secara lengkap tentang bisnis Anda. Fitur ini memang didesain khusus untuk pemilik bisnis memberikan informasi mengenai dirinya.

Informasi yang didapatkan mulai dari nama bisnis, alamat kantor perusahaan, alamat email perusahaan, nomor telepon perusahaan, jam operasional, website perusahaan, foto dokumetasi kegiatan perusahaan, hingga review pelanggan (testimonical).

Ketika mendaftarkan bisnis pada Google Bisnisku, kantor atau perusahaan secara otomatis akan muncul di Google Maps. Jika ada calon konsumen atau pelanggan yang ingin datang ke tempat bisnis, dengan bantuan Google Mapas akan mudah menuju lokasi.

Bagi sebagian orang hal ini terlihat sepele dan mudah untuk dihiraukan. Tetapi, Google Bisnisku memiliki banyak manfaat. Manfaat yang diperoleh mulai dari bisnis yang muncul di Google Maps, review pelanggan, hingga media komunikasi bagi para calon konsumen.

9. Native Ads

Native Ads merupakan jenis iklan utama berisikan konten pada beberapa platform media. Biasanya lebih sering muncul pada media sosial. Iklan ini pada umumnya ditampilkan bersama konten non-berbayar lainnya.

Beberapa postingan yang disponsori Buzz Feed adalah contoh Native Ads. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa iklan Native Ads yang ada di media soaial diragukan keasliannya. Iklan Twitter atau Facebook salah satu contohnya.

Namun, tahukah Anda jika iklan di facebook merupakan iklan yang paling cepat dikenal oleh orang. Hal ini dikarenakan, pengguna facebook mencapai jutaan dan setiap harinya pasti bermunculan banyak iklan yang terbilang baru.

10. Youtube Marketing

Youtube adalah situs online berbagi video terbesar yang saat ini digandrungi di seluruh dunia. Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk memasarkan produk. Dengan membuat channel Youtube yang berisi konten video seputar produk, saya rasa itu akan lebih efektif.

Buatlah konten video semenarik mungkin untuk menaikkan jumlah penonton (viewers). Proses digital marketing yang terbilang cukup sulit karena menggunakan video, akan membuat produk Anda semakin terlihat berkualitas dengan pemasaran yang tidak asal-asalan.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memulai Belajar Digital Marketing

Untuk memulai bisnis dengan menggunakan digital marketing, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Terutama bagi pemula yang ingin terjuan di dunia bisnis, Anda perlu mempersiapkan diri.

Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

1. Miliki Hasrat Belajar yang Tinggi

Langkah pertama untuk masuki dunia digital marketing adalah dengan memiliki hasrat belajar yang tinggi. Karena Anda harus memiliki ilmu dasar digital yang harus terus pelajari dan dikembangkan.

Tanpa hasrat belajar yang tinggi, hanya dalam jangka waktu sebentar bisnis akan gulung tikar.

Pelajarilah bagaimana suatu produk yang sudah terkenal berinteraksi dengan orang-orang di media sosial.

Anda dapat mengamati bagaimana mereka membuat postingan, beraktivitas di kolom komentar, mendapatkan pengikut (followers), dan bagaimana mendapatkan like.

Selain itu, Anda harus mulai belajar istilah-istilah yang akrab dipakai dalam dunia digital marketing.

Misalnya SEO, SEM, SMM, PPC, PPI, dan lain sebagainya. Pemahaman dasar semacam ini juga bisa membuat Anda semakin tertarik dengan dunia digital marketing.

2. Bangun Image Pribadi yang Positif, Menarik dan Profesional

Dalam dunia digital profesionalitas seseorang juga bisa diukur dari akun media sosialnya. Anda bisa manfaatkan media sosial untuk membangun image pribadi di dunia maya.

Calon konsumen akan mencari informasi mengenai bisnis dan pemilik bisnisnya,

Hal ini berpengaruh terhadap tingkat penjualan produk nantinya.

Jika image yang terlihat tampak jelas, calon konsumen tidak akan tertarik untuk membeli produk. Selain itu, juga meragukan mengenai produk yang dijual.

3. Selalu Up To Date

Perkembangan dunia digital sangat cepat dan sering terduga sebelumnya. Satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan memperbaharui informasi yang terkni dari waktu ke waktu. Anda harus up to date.

Hal-hal yang perlu diketahui adalah tren dunia atau negara hari ini. Selain itu juga tentang teknik media digital terbaru, strategi baru yang dilakukan perusahaan ternama, dan lain sebagainya.

Pada intinya, semua itu bertujuan untuk menunjang segala aktivitas pemasaran digital yang dilakukan.

Anda cukup memfollow akun-akun yang berhubungan di bidang bisnis atau minat Anda. Maka informasi terbaru akan langsung diketahui dan sampai di layar gadget dengan cepat. Dengan begitu, tidak ketinggalan informasi.

4. Mulai Bangun Jaringan Secara Perlahan

Jaringan adalah salah satu kunci keberhasilan bisnis Anda. Semakin luas dan besar jaringan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk memasarkan produk.

Bahkan jaringan dapat dikatakan sebagai tulang punggung yang menopang seluruh kegiatan digital marketing.

Dalam dunia digital, membuat jaringan menjadi lebih mudah atau bahkan lebih sulit dibanding membangun jaringan di dunia nyata.

Kemudahan bisa didapatkan saat bisa membuat langkah networking yang tepat, sementara kesulitan bisa dtemui jika cara membuat jaringan kurang tepat.

Jika Anda memiliki waktu yang cukup, saya sarankan untuk mulai menelusuri akun-akun yang selalu update dan berhubungan dengan bisnis yang sedang dijalankan.

Anda bisa mulai mengirimkan permintaan pertemanan dan mulai berkenalan seperti di dunia nyata.

5. Dalami Satu Bidang Khusus

Pilihlah satu bidang yang paling diminati dan berkomitmenlah untuk konsisten. Jika sudah memilih, dalamilah bidang tersebut hingga benar-benar menguasai.

Indikatornya dapat berupa permasalahan apapun terkait bisnis mulailah untuk menyelesaikan dengan pengetahuan yang dimiliki.

Tetapi, perlu diingat bukan berarti bidang yang lain tidak perlu pendalaman. Tetap pelu mempelajari bebagai bidang dan cukup memiliki bidang paling prioritas yang dijadikan sebagai pegangan utama. Dengan begitu, kemajuan akan lebih cepat.

6. Berkenalan dengan Kode Pemrograman

Situs web dan aplikasi saat ini pada dasarnya terbuat dari kode-kode pemrograman yang bermacam-macam. Setiap aplikasi memiliki kode pemrograman yang berbeda. Hal ini tentu juga dapat menghasilkan fungsi atau tampilan yang berbeda pula.

Seminimalnya ketahuilah kode-kode dasar HTML yang banyak digunakan dalam situs web. Hal ini akan bisa sangat membantu Anda ketika ingin menciptakan fitur terbaru dalam situsweb yang dimiliki.

7. Miliki Sosok Mentor atau Panutan Dalam Berbisnis

Memiliki sosok mentor atau panutan akan memudahkan Anda dalam melakukan bisnis teritama digital marketing. Pasti banyak orang yang telah berhasil menerapkannya. Anda dapat menjadikannya panutan dan tolak ukur kesuksesan.

Disini letak pentingnya peran seorang mentor atau seseorang yang dijadikan panutan. Akan lebih baik jika memiliki seorang mentor yang berpengalaman dalam dunia digital marketing sebelumnya.

Adanya sosok mentor, akan membantu dalam menghadapi kesulitan dalam bisnis yang dilakukan.

Tapi jika Anda lebih suka belajar secara otodidak seperti Saya, itu juga tak jadi soal.

Beberapa Tips Untuk Pemula yang Ingin Belajar Digital Marketing

Setelah mengetahui tentang digital marketing, hal-hal apa saja yang melingkupinya, apa saja yang sebelumnya harus dipersiapkan. Kini saatnya mengetahui beberapa tips digital marketing untuk pemula. Simak berikut ini:

1. Buatlah Konten yang “Evergreen” atau Tidak Basi

Konten “evergreen” adalah template konten yang dapat menghemat waktu dan biaya pemasaran. Hal ini dapat digunakan untuk online marketing secara berulang-ulang. Mungkin beberapa orang telah membaca produk Anda, tetapi ada calon konsumen lainnya yang belum mengetahuinya.

Sementara itu, jika Anda merencanakan capaign musiman, pastikan konten tersebut tidak basi demi menghemat waktu membuat lang konten setiap tahunnya. Setiap elemen dalam konten harus konsisten, karena promosi ini akan membangun pengakuan brand kepada pelanggan.

2. Jalankan Program Giveaway

Membuat kuis atau kompetisi yang berhadiah giveaway adalah cara yang baik untuk mengembangkan diawal bisnis. Hal ini membuat pengguna mengunjungi situs web terus menerus untuk melihat rincian kompetisi, dan mereka juga akan melihat produk yang ditawarkan.

Strategi ini cukup efektif karena semua orang menyukai sesuatu yang gratis dan bersifat kompetitif untuk mendapatkan sesuatu. Website akan banyak pengunjung dan menjadi salah satu cara agar mereka melirik produk yang Anda tawarkan.

3. Memanfaatkan Popup window

Buatlah popup – popup kreatif pada website. Hal ini merupakan cara hebat untuk memastikan pengguna tidak pergi dari website tanpa memberikan info kontak mereka terlebih dahulu. Gunakanlah popup yang menarik.

Hal ini dapat menjadi cara halus untuk memprospek pengunjung menjadi calon pelanggan yang berharga.

4. Tingkatkan Visibilitas Anda

Meningkatkan visibilitas dapat dengan cara menyebarkan kesadaran seperti Search Engine Marketing (SEM). Buat produk dan konten yang berkualitas tinggi yang dapat terlihat di mesin pencarian.

Anda juga bisa memanfaatkan SEO untuk membantu membangun produk/brand dalam area lokal bisnis. Dalam menggunakan media informasi, masyarakat lebih cenderung akan membuka situsweb yang teratas muncul pada hasil pencarian.

5. Jadilah People with Data-Driven Mindset

Supaya bisnis berhasil dalam digital marketing, penting bagi Anda untuk bergerak berdasarkan riset dan data. Hal ini dapat menentukan langkah apa yang harus dilakukan jika mendapati kesulitan atau sekedar ingin mengetahui apa yang diinginkan masysrakat saat ini.

Ada beberapa alat yang tersedia secara online untuk mendapatkan data. Salah satu contohnya adalah Google Analytics. Alat ini akan membantu untuk menyediakan data terkini. Hal ini untuk memastikan Anda mendapatkan ROI maksimum.

Penutup untuk Tips Belajar Digital Marketing

Tidak jadi persoalan jika bisnis Anda baru atau selama ini belum memanfaatkan strategi internet marketing.

Dengan penerapan digital marketing, Anda bisa mengejar ketertinggalan itu dengan cepat.

Bahkan, jangkauannya bisa meluas dari area lokal bisnis Anda.

Contoh sederhananya, bisnis keripik pisang Lukiluck Saya yang berlokasi di malang bisa menjangkau reseller ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Utamanya Sumatera, Jawa, dan Bali.

Semuanya hanya karena strategi digital marketing yang salah satunya Saya terapkan dengan membuat konten penjaringan reseller lukiluck ini.

Hebat kan?

Belum kok! Masih bisa ditingkatkan lagi.

Sebab belajar digital marketing tidak ada habisnya.

Akhir kata, semoga artikel tentang belajar digital marketing ini bermanfaat bagi Anda dan tentunya bisnis Anda.

Kunci dalam belajar digital marketing adalah pada semangat tidak mudah menyerah dan praktek.

Percuma saja sudah belajar banyak tentang internet marketing, tapi tidak diterapkan. Anda tidak akan kunjung bisa.

Mungkin, jika bermanfaat Saya mohon bantuannya untuk disebarluaskan kepada teman atau keluarga yang membutuhkan.

Bagi yang ingin jadi pengusaha, sebaiknya baca 7 Alasan Kenapa Jangan Jadi Pengusaha terlebih dahulu.

Tapi jika sudah yakin ingin jadi pengusaha, sayangnya bingung ingin usaha apa bisa baca 17 Bisnis Tanpa Modal yang Bisa Langsung Dicoba.

Tinggalkan komentar