fbpx

17 Bisnis Tanpa Modal yang Langsung Bisa Dicoba

Bisnis Tanpa Modal

Bisnis tanpa modal, bisa nggak sih?

Kalau yang Anda maksud dengan modal itu adalah uang, Saya yakin Anda tidak akan punya bisnis sampai kapanpun.

Anda mencari informasi terkait bisnis tanpa modal tentu saja Anda memang tidak memiliki modal banyak. Bahkan mungkin, tidak ada modal sepeserpun.

Intinya, Saya sangat tidak setuju jika ada yang bilang bahwa modal terbesar memulai bisnis adalah uang. Sementara masalah keuangan tersebut sering menjadi kendala utama bagi seseorang untuk memulai bisnisnya.

Lebih tepatnya menghambat karena masih memiliki mindset salah.

Modal uang adalah yang utama.

Padahal, contoh saja saat ini ada peluang usaha dengan menjadi reseller/dropshipper yang tidak memerlukan modal uang untuk membuat produk sendiri.

Produk sudah ada, Anda tinggal jual.

Andaikata harus mengeluarkan uang, itu tidaklah besar. Tidak sebesar jika membuat produk sendiri.

Ya, seorang reseller/dropshipper cukup menjual produk milik orang lain. Modal yang dikeluarkan tidaklah besar.

Sebelum membuat produk sendiri, saya juga pernah menjadi reseller ketika masih kuliah. Saat itu saya menjadi reseller jam tangan TANPA MODAL SEPESERPUN. Hanya bermodalkan foto jam tangan tersebut, yang kemudian saya pasarkan.

Dulu, ketika masih kelas 2 (dua) SD, Saya pernah berjualan jajanan “putra bali” hanya bermodalkan Rp 2.000 yang diberi oleh nenek.

Saya putarkan keuntungannya untuk memperbanyak dagangan. Hingga akhirnya modal awal saya yang tadinya dua ribu rupiah, bisa menjadi sekitar Rp 20.000.

Lalu tentang Lukiluck.

Percaya tidak, kalau Saya memulai Lukiluck hanya dengan modal Rp 500.000?

Itu pun lebih banyak habis untuk melakukan riset dan trial eror produk.

Dari dua cerita terakhir, memang keluar uang sih. Tapi tidak banyak.

Intinya, uang bukanlah modal utama untuk berbisnis.

Apapun yang ada pada anda saat ini bisa menjadi modal untuk berbisnis. Keahlian, ponsel, bahkan nomor kontak di dalamnya bisa menjadi modal untuk berbisnis.

Saya tahu, Anda ini termasuk orang-orang Indonesia yang tidak sabaran.

Tujuan Anda di sini ingin mendapatkan informasi tentang bisnis tanpa modal. Bukan dinasehati kalau modal utama dalam bisnis itu bukan uang.

Saya akan membagikan peluang bisnis tanpa modal di bawah.

Tapi percaya pada Saya, sebelum Anda mulai memilih bisnis tanpa modal apa yang ingin Anda lakukan, sebaiknya Anda harus tahu dulu modal terpenting dalam memulai bisnis.

Ibaratnya begini, andai mindset Anda terkait modal sudah benar, Saya percaya tanpa membaca peluang bisnis yang Saya bagikan. Anda pasti bisa menemukan peluang bisnis tanpa modal sendiri.

Percaya pada saya!

Lalu, apa modal utama untuk berbisnis?

1. Modal Impian

Saya tidak bercanda.

Mimpi bukan hanya milik tokoh pada film. Tidak hanya boleh dimiliki oleh orang-orang sukses. Saya dan anda juga memperoleh hak yang sama untuk memilikinya.

Apa pentingnya mimpi untuk bisnis?

Jangan salah!

Justru impian lah yang menjadi kunci awal dari langkah anda.

Adanya impian, membuat anda memiliki motivasi dalam meraih sesuatu. Membuat anda tidak nyaman dalam kemalasan dan tidak mudah menyerah dalam menggapai sesuatu.

Asal Anda tahu, bisnis itu tidak mudah. Banyak situasi dan keadaan yang membuat Anda akan mudah merasa ingin menyerah.

Serius!

Contoh kecil saja, seminggu produk Anda tidak laku.

Anda pasti sudah pusing dan ingin menyerah.

Itu baru contoh kecil, ada banyak hal tidak menyenangkan dalam bisnis yang sudah Saya ceritakan pada artikel 7 Alasan Jangan Jadi Pengusaha. Coba baca!

Nah, di sini letak betapa pentingnya memiliki mimpi. Anda jadi tidak mudah menyerah.

Bayangkan saja begini, Anda ingin

  • mendapatkan penghasilan tambahan minimal 3 juta per bulan
  • membeli rumah sendiri 5 tahun lagi.
  • mengumpulkan modal menikah agar bisa menikah tahun 2020
  • memberangkatkan haji kedua orang tua tahun depan
  • liburan ke luar negeri di akhir tahun
  • bebas hutang di akhir tahun 2019
  • Lanjutkan sendiri…..

Agar lebih tertanam jelas di benak anda, sebaiknya mimpi tersebut Anda tulis. Sekarang, ambil selembar kertas lalu tulis mimpi Anda.

Sebaiknya, dalam menulis mimpi haruslah jelas, spesifik dan terukur (terutama untuk jangka waktunya)

2. Modal Mengenal Diri Sendiri

Ada dua poin kenapa Saya menyimpulkan bahwa mengenal diri sendiri itu penting.

  1. Modal bisa berasal dari apa yang Anda punya. Apapun itu. Sekadar kontak HP dan paket data pun bisa.
  2. Alasan utama orang yang baru terjun bisnis mengambil keputusan untuk menyerah adalah karena tidak kunjung menghasilkan, lalu bosan. 

Alasan kedua ini sempat mengganggu Saya juga.

Produksi keripik pisang Lukiluck awalnya Saya handle sendiri. Semakin banyak permintaan, produksi semakin meningkat.

Tapi, karena Saya merasa sudah tidak terikat pekerjaan dengan perusahaan manapun (Saya memiliki waktu yang cukup) Saya coba meng-handle sendiri produksinya.

Ternyata Saya keliru. Masalah Saya bukan waktu, melainkan titik jenuh.

Berbeda ketika Saya mempelajari Internet Marketing, Saya bisa seharian penuh berada di depan laptop.

Barulah dari situ Saya semakin mengenal kapasitas Saya sendiri. Kemudian Saya mulai memberdayakan tenaga kerja produksi sendiri. Sampai sekarang.

Contoh tersebut menjelaskan, jika melakukan apa yang Anda sukai/gemari, Anda tidak akan mudah menyerah.

Jika Anda pernah mendengar istilah “Hobi yang dibayar”, 

Kira-kira tidak jauh beda dari itu.

Pertanyannya, Anda sudah benar-benar mengenali diri Anda sendiri belum?

3. Modal Percaya Diri

Bisnis itu ujung-ujungnya jualan.

Secara terang-terangan menjual sesuatu – apalagi baru pertama kali pasti malu (tidak percaya diri). Bahkan, saya pernah hanya berjalan berputar-putar saja ketika ingin menjual keripik pisang lukiluck pada sebuah acara wisuda ketika di awal-awal dulu. Butuh hampir dua jam untuk mengumpulkan niat  agar bisa jualan.

Bagaimana jika jualan melalui online?

Apakah masih butuh rasa percaya diri.

Ya, tentu saja. Bagusnya beban meningkatkan rasa percaya diri anda yang memiliki sifat pemalu ketika bertatap muka langsung dengan orang lain tidak setinggi ketika berjualan langsung.

Tapi tetap membutuhkannya.

Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri untuk berjualan?

Ada dua cara.

a. Menguasai produk

Saya beri contoh sederhana, Budi adalah reseller minuman herbal. Tapi dia tidak memahami informasi produk obat herbal miliknya secara mendalam.

Ketika calon konsumen menanyakan terkait manfaat kandungan bahannya masing-masing, Budi jadi bingung karena tidak bisa menjawab. Rasa percaya dirinya jadi turun.

Maka, yang akan terjadi bisa ditebak – calon konsumen tidak jadi beli karena ragu dengan penjualnya (Budi).

Semakin Anda menguasai produk yang Anda jual maka akan semakin percaya diri ketika menghadapi konsumen baik saat menjelaskan maupun ketika menjawab pertanyaan konsumen.

b. Memperluas pengetahuan, terutama terkait produk yang dijual.

Penjual yang baik tidak hanya menerapkan sistem hit and run. Setelah beli lalu ditinggalkan.

Maka dari itu, pelayanan secara personal bisa meningkatkan konversi penjualan. Bukan hanya untuk saat ini, tapi bisa sampai jangka panjang.

Pelayanan secara personal cenderung melibatkan komunikasi dua arah – layaknya berdiskusi yang seimbang agar dapat meningkatkan rasa percaya calon konsumen/yang sudah konsumen kepada anda.

Tentu saja hal itu dibutuhkan wawasan yang luas agar komunikasinya lebih efektif.

Dulu, ketika masih bekerja di bank. Saya menghadapi prospek nasabah yang membahas legalitas lahan.

Di situ rasa percaya diri saya turun karena merasa gagal mengimbangi topik calon nasabah. Namun, ketika topiknya beralih seputar bisnis – dan kebetulan saya memiliki pengetahuan sedikit lebih banyak Saya justru bisa mengimbangi topik pembicaraan. Bahkan, obrolan jadi panjang dan tidak membosankan.

4. Modal Ilmu Bisnis

Bisnis itu tidak bisa asal, ada teknik dan ilmunya. Apalagi terkait jualan.

Seperti yang saya bagikan pada Anda ini. Tentu tidak terbatas pada apa yang saya bagikan. Anda masih bisa terus memperkaya ilmu jualan Anda.

Enaknya saat ini, mencari ilmu itu mudah. Baik secara gratis maupun berbayar. Anda bisa membaca buku, ebook, artikel atau menonton video youtube.

5. Modal Kemampuan Jualan

Ilmu yang paling bermanfaat adalah yang diamalkan. Kalimat bijak tersebut tidak hanya berlaku untuk ilmu agama.

Pada intinya, bagaimana Anda bisa mengaplikasikan ilmu jualan yang Anda peroleh.

Kemampuan seperti apa yang dibutuhkan?

  • Memahami tentang produk yang dijual
  • Memahami tentang konsumennya
  • Bagaimana cara menetapkan target
  • Teknik mencari prospek secara personal
  • Membuat promosi yang menjual
  • Teknik soft selling
  • Cara meyakinkan konsumen
  • Teknik closing

Baiklah, seperti janji Saya.

Saya akan bagikan 17 Peluang Usaha Tanpa Modal

1. Dropshipper adalah Bisnis Tanpa Modal dan Hampir Tanpa Resiko

Tanpa modal, dan hampir tanpa resiko.

Pasti Anda suka dengan bisnis tanpa modal satu ini.

Saya kira, istilah dropshipper ini sudah banyak dikenal. Jadi, tidak perlu Saya jelaskan panjang lebar.

Sejak tahun 2013, Saya sudah mengenal istilah tersebut. Seharusnya, saat ini sudah menjadi istilah yang umum sih.

Akan Saya jelaskan secara sederhana saja.

  • Tentukan produk yang ingin dijual.
  • Mencari supplier, bisa secara online ataupun offline dengan mencari di pusat perdagangan.
  • Meminta ijin kepada supplier untuk menjadi dropshipper, sebagian supplier sudah ada yang membuka peluang sebagai dropshipper juga.
  • Foto produk, atau meminta foto produk jika memang sudah ada.
  • Memasarkan pada konsumen yang tepat.
  • Jika ada pembeli, Anda memberikan info kepada supplier.
  • Supplier mengirimkan produk kepada konsumen dengan informasi pengirim atas nama Anda.

Jika sudah besar, Anda bisa menjadi Reseller.

Apa sih bedanya?

Tidak jauh beda, hanya saja Anda sudah mulai harus mempertimbangkan untuk memiliki stok barang juga.

Mengapa penting?

Dengan pasar yang sudah terbentuk, jumlah pembeli tentu tidak sedikit.

Tapi akan menjadi sulit jika Anda tidak bisa mengontrol stok barang yang ada pada supplier. Misalnya ada yang beli, ternyata stok supplier sedang kosong.

Dengan memiliki stok sendiri, Anda jadi bisa mengontrolnya.

Ketika melakukan pembelian dalam jumlah banyak, Anda bisa meminta harga lebih rendah kepada supplier.

Selanjutnya, Anda bisa naik level menjadi stockist yang bisa memiliki Dropshipper atau Reseller sendiri. Bahkan, bisa juga menyelipkan produk sendiri untuk dijual.

Produk apa sih yang bagus untuk dropshipper?

Kalau melihat pasarnya sih, perlengkapan fashion dan makanan ringan masih menjadi salah satu yang terbaik.

Tapi, semua jenis produk masih menjanjikan kok. Asalkan memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki produk pesaing dan tahu harus menjual kepada siapa.

Misalnya, produk pakaian bayi ya dijualnya kepada ibu yang hamil, bukan kepada mahasiswa.

Ada 2 cara untuk menemukan supplier,

Secara online,

Saya yakin Anda sudah bisa untuk cara satu ini.

  1. Mencari pada mesin pencari google dengan kata kunci “Dropshipper Baju” misalnya, atau “Dropshipper cemilan” sesuaikan kata kunci dengan produk yang ingin Anda jual.
  2. Cari di media sosial, bisa facebook dan bisa juga instagram. Catatan, untuk media facebook sebaiknya lebih teliti, karena banyak juga supplier bodong (melakukan penipuan) di sana. Tapi sebaiknya, menggunakan media sosial atau metode lainnya tetap harus teliti.
  3. Cari di marketplace (misal Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dll)

Informasi saja, sebagian supplier yang ditemukan secara online memberikan syarat biaya pendaftaran. Tapi ada pula yang tidak. Terserah Anda pilih yang mana. Sebaiknya pelajari dulu produknya dan akan dijual kepada siapanya.

Supplier yang memiliki website, menurut Saya memiliki nilai lebih untuk tingkat kepercayaan. Apalagi, website yang dikelola dengan baik dan profesional. Kelihatan kok! Jadi kalau takut menjadi korban penipuan supplier bodong, coba website jadikan salah satu standar penilaian.

Secara offline,

  1. Mencari di pusat perdagangan, cari produk yang memiliki kualitas bagus dan harga lebih rendah dari harga pasar online.
  2. Mencari supplier produk lokal.

2. Bisnis Tanpa Modal dengan Menjadi Affilate Marketer

Pernah dengar?

Meski sudah umum dikenal sejak lama, mungkin tak jauh beda dari istilah reseller dan dropshipper. Sepertinya, belum banyak yang mengenal istilah tersebut.

Sejujurnya, konsepnya itu sama seperti Reseller/Dropshipper. Menjualkan produk orang lain.

Bedanya, tugas Affiliate Marketer ini hanya memasarkan saja. Tanpa memiliki tanggung jawab kepada konsumen. Sebab, tidak ikut terlibat langsung transaksi jual belinya.

Sifatnya lebih merekomendasikan saja.

Jadi, jika ada yang membeli atas rekomendasi Anda (menggunakan link refferal Anda), maka Anda akan mendapatkan komisi.

Anda pernah dengar AMAZON.COM?

AMAZON.COM terkenal sebagai toko online terbesar di dunia yang menyediakan sistem kerjasama kepada pihak lain untuk menjadi affiliate marketer-nya.

Selain Amazon masih ada CLICKBANK.COM, JVZOO.COM.

Kalau untuk situs indonesia, kebanyakan masih banyak yang berbasis web hosting dan e-commerce.

RATAKAN.COM, LAZADA.COM, NIAGAHOSTER.COM, DOMAINESIA.COM, dan sebagainya.

Merekomendasikan, ada yang beli, lalu dapat komisi.

Kelihatannya mudah ya?

Padahal tidak juga.

Karena jika tanpa persiapan yang matang, yang membeli kemungkinan orang terdekat Anda. Lingkungan keluarga dan pertemanan saja.

Ini faktor kepercayaan.

Merekomendasikan secara online membutuhkan faktor kepercayaan juga.

Istilah kerennya, Anda membutuhkan branding. Dikenal pada bidang sesuatu.

Misal begini, ketika Anda sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Dan di Kota tersebut Anda memiliki 2 orang teman. Salah satunya musisi, dan satunya food blogger. Ketika Anda ingin mencoba makanan enak di kota tersebut, siapa yang Anda mintai rekomendasi?

Pasti food blogger, bukan?

Nah, untuk menjadi affiliate marketer yang sukses, Anda membutuhkan branding yang kuat agar bisa sukses.

Branding online saat ini yang bisa dilakukan ada 3 cara.

Membuat website, dan menjadi blogger

Menjadi youtuber

Menggunakan sosial media untuk jadi influencer

Media apapun tidak masalah, kuncinya sama, Anda kembangkan dulu medianya.

Kalau Saya pribadi, lebih suka membuat website sendiri.

Sebab, memiliki hak penuh untuk mengontrolnya.

Kalau youtube dan sosial media, ibaratnya Saya numpang pada lapak orang. Tidak menutup kemungkinan Saya bisa terkena banned juga.

Asalkan tidak melanggar kebijakan sih, kemungkinan itu kecil. Ada baiknya Anda pelajari kebijakan di tiap platform.

3. Blogger

Sebagian mengenal blogger hanya tentang hobi menulis.

Tapi sebagian lagi menjadikan blogger sebagai profesi. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai profesi utama.

Memangnya, sumber penghasilan blogger darimana?

Jangan salah, banyak loh!

  1. Menulis buku, jika blog sudah banyak pembacanya, Anda bisa coba mengirimkan tulisan ke penerbit. Bisa juga ada penerbit yang justru menawarkan tulisan Anda di blog untuk dibukukan. Raditya Dika dan Agus Mulyadi adalah penulis yang karyanya lahir karena blog.
  2. Menjadi publisher iklan, menampilkan iklan pada blog Anda. Yang maish menjadi favorit sih google adsense. Selain bekerjasama dengan advertiser (seperti google adsense) Anda juga bisa membuka slot pemasangan banner iklan pada blog Anda.
  3. Affiliate Marketer, sudah Saya jelaskan di atas
  4. Blog Reviewer, yaitu melakukan review produk pada blog Anda yang berujung sifatnya merekomendasi. Selain produk, bisa juga berupa review tempat, dan lain sebagainya.
  5. Jual Online, ibaratnya membuka toko online sendiri dalam blog Anda.
  6. Tutorial Online, misalnya Anda memiliki blog di bidang SEO, dan sudah banyak yang menjadikan blog Anda sebagai rujukan, tidak ada salahnya Anda membuka tutorial online dengan pembahasan yang lebih mendalam. Tentu saja itu berbayar.
  7. Sistem Keanggotaan Berbayar, yakni dengan membuat materi-materi khusus yang memiliki kualitas lebih baik dan mendalam dan diperuntukkan bagi member blog Anda (Tentunya sudah melakukan pendaftaran yang berbayar)

Kalau menurut Saya, hampir semua bisnis online bersumber dari membuat website sendiri (salah satunya menjadi blogger).

Baca juga artikel ini, Untuk yang Ingin Belajar Digital Marketing, tapi Bingung  Mulainya.

4. Youtuber

Youtube ini mirip dengan menjadi blogger, bedanya konten yang dibuat lebih berbentuk video.

Sumber penghasilannya pun tidak jauh beda, google adsense, product review, affiliate marketer, jualan online, dan tutorial online.

Yang paling sering digunakan sih google adsense-nya.

Karena konsepnya video, seolah youtube itu membutuhkan modal yang besar.

Sebenarnya tidak juga.

Konsep terpenting agar youtube bisa menjadi besar adalah pada konten yang berkualitas. Banyak yang nonton, banyak yang subscribe, banyak yang suka, komentar dan share.

Jadi, menggunakan fasilitas apa adanya pun tak jadi soal.

Misalnya saja menggunakan HP.

Coba baca tips jadi youtuber untuk pemula ini!

5. Influencer Di Media Sosial

Sama seperti youtuber, menjadi influencer di media sosial juga semakin jadi trend. Mungkin Anda lebih mengenal dengan istilah selebgram.

Tapi jangan salah kaprah, influencer di media sosial (yang sering digunakan saat ini adalah isntagram) tidak selalu berkaitan dengan akun personal yang jadi selebgram.

Ada juga akun publik. Pernah mendengar Dagelan, Minang Kocak, 1Cak, Infia, dan Diet Mulai Besok? Itu beberapa contohnya.

Ada tiga konsep dalam me-monetize (menghasilkan uang) dengan memanfaatkan akun media sosial yang sudah besar.

  • Jualan produk sendiri
  • Paid promote
  • Endorse

Oh ya, ngomong-ngomong akun Dagelan dan Minang Kocak sudah terkena banned.

Saya tidak ingin membahas kenapa dua akun besar tersebut terkena banned.

Yang lebih Saya garis bawahi adalah, itu contoh kalau Anda tidak memiliki kewenangan penuh pada akun media sosial Anda.

Ibaratnya, Anda hanya sewa. Sewaktu-waktu pemilik asli bisa mengusir Anda. Terutama jika Anda melanggar kebijakan yang telah ditetapkan, atau Anda mengganggu kenyamanan pengguna lain sehingga akun Anda dilaporkan.

6. Bisnis Tanpa Modal dengan Menjual Kaos Pre Order

Seperti yang Saya sampaikan, apapun yang melekat pada diri Anda bisa dijadikan modal.

Salah satunya kemampuan desain, jika Anda memilikinya.

Beberapa peluang bisnis tanpa modal yang akan Saya rekomendasikan memang berkaitan dengan skill desain.

Menjual kaos dengan sistem pre order ini tidak membutuhkan modal uang sama sekali.

  • Konsepnya Anda membuat desain yang menarik untuk kaos.
  • Melakukan promosi.
  • Mencetak jika ada yang membeli. (Mungkin juga dikenal dengan istilah print on demand)
  • Anda bisa jualan di market place yang menyediakan opsi pre order. Yang sudah Saya coba Shopee.co.id
  • Di media sosial
  • Juga bisa memanfaatkan website yang menyediakan layanan print on demand seperti dropshipaja.com, ciptaloka.com, custom.co.id, tess.co.id, dan teesspring.com (untuk platform luar negeri). Anda tidak perlu repot mencetak, mereka yang mencetaknya.

Sebenarnya bukan hanya kaos, tapi karena kaos yang paling umum dan mudah. Saya merekomendasikan kaos pre order.

Jika Anda ingin mengembangkan pada produk lain seperti hoodie, tas, topi, dan lainnya, itu tak jadi soal.

7. Jual Desain Grafis

Saya tidak bisa disebut sangat ahli dalam desain grafis. Saya lebih suka jika disebut “bisa”.

Tapi, menurut sebagian orang yang memang tidak menguasai desain, kemampuan desain Saya diakui sudah sangat bagus.

Padahal, bagi Saya pribadi yang semakin mengenal dunia desain grafis, kemampuan Saya masih biasa saja.

Kesimpulannya, ada peluang yang terbuka lebar di sini.

Banyak sekali orang yang tidak menguasai desain grafis.

Sementara desain grafis saat ini sangat dibutuhkan, entah logo, banner untuk promosi, branding, atau sekadar tampilan curiculum vitae.

Bahkan, template untuk feed instagram juga diperjual belikan loh!

Jadi sayang kan, jika Anda memiliki kemampuan desain, apalagi sudah memiliki file desain yang hanya memenuhi memori penyimpanan komputer/laptop.

Kenapa tidak dijual saja?

Bisa melalui platform instagram.

Atau platform market place yang menyediakan layanan jual beli desain grafis seperti Shutterstock.com, Adobe Stock, IStock, dan lain sebagainya.

8. Jasa Desain Grafis

Tentu saja masih berkaitan dengan desain grafis. Hanya saja konsepnya tergantung dari permintaan customer.

Mungkin Anda lebih mengenalnya dengan istilah custom (sesuai permintaan)

Memang tidak bisa dipungkiri, setiap orang ingin memiliki sesuatu yang terbaik, seperti logo, banner, kaos dan lain-lain meski mereka tidak memiliki kemampuan desain.

Jika membeli yang sudah jadi, tidak selalu menemukan yang sesuai dengan keinginan.

Selain itu, membeli yang sudah jadi di media online tidak menjanjikan akan menjadi satu-satunya pembeli.

Jika menggunakan desain sesuai permintaan akan memiliki keunikan tersendiri. Tidak pasaran dan tidak ada yang menyamai. Benar-benar originalitas.

Untuk jasa desain ini, Anda bisa berjualan melalui website pribadi, akun sosial media, ataupun market place freelancer seperti projects.co.id.

9. Content Creator

Percaya tidak, kalau Saya yang memiliki skill desain grafis dan content marketing biasa saja ini sudah ditawari dua perusahaan untuk mengerjakan content marketing milik mereka.

Satu perusahaan travel, satu lagi perusahaan yang menjual produk dekorasi rumah (Contoh produknya lampu taman).

Itu artinya, ada di luar sana pemilik bisnis yang membutuhkan konten untuk promosi produk mereka, tapi mereka tak memiliki keahlian desain grafis, video editing, ataupun memahami bagaimana cara membuat konten yang mampu menjual.

Kalau Anda menguasai dasar dalam membuat konten, Saya rasa tidak ada salahnya Anda mencoba bisnis tersebut.

Kendati kemampuan Anda belum bisa disebut ahli.

Asalkan lebih baik dari calon pelanggan Anda, Saya rasa itu sudah cukup.

Meski seiring berjalannya waktu, Anda tetap harus upgrade skill.

Coba saja targetkan pengusaha yang memasarkan melalui instagram tapi kontennya jelek. Anda bisa mencari usaha seperti itu, lalu tawarkan jasa pembuatan konten.

Jika Anda bisa membuat konten video jauh lebih bagus.

Tentu harganya lebih tinggi.

10. Jualan Produk Digital

Produk yang tidak bisa dipegang bentuk fisiknya.

Apa saja?

  • Buku Digital (Ebook)
  • Perangkat Lunak (Software)
  • Video
  • Audio & Musik
  • Fotografi
  • Seni Grafis (Desain Grafis yang sudah kita bahas)
  • Kursus Online (E-Learning)
  • Font
  • Aplikasi Berbasis Web
  • Aplikasi Android
  • Detailnya, coba pelajari di sini

Selain menjual di blog/website Anda sendiri, Anda bisa menjualnya melalui sosial media ataupun marketplace seperti ratakan.com

11. Jual Akun Instagram

Sekitar akhir 2017 Saya terlambat tahu kalau ada yang sengaja berternak akun instagram untuk diperjual belikan.

Bahkan, ada pasar jual belinya sendiri lhoh di grub telegram.

Sejauh ini sih, grub tersebut yang saya rekomendasikan.

Sebab anggota yang ada di dalamnya bisa dibilang 90% kredibel semua.

Umumnya, akun instagram dijual dengan harga Rp 100/follower.

Kalau 1000 Follower ya Rp 100.000

Semakin banyak ya bisa dikalkulasikan sendiri.

Tapi itu tidak mutlak, bisa jadi acuan saja.

Karena nanti tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli juga.

Bisa lebih murah bisa juga lebih mahal.

Kualitas akun juga mempengaruhi harga tentunya. Dapat dilihat dari insight-nya.

Yang sulit sebenarnya bukan jualnya. Tapi bagaimana membesarkan akunnya.

Kalau tahu polanya ternyata bisa cepat lhoh.

Ada loh yang bisa tembus 100K Follower hanya dalam 4 bulan. Gila kan?

Sekadar informasi saja, itu tidak menggunakan tool auto follow atau beli follower ya.

Murni menggunakan pola dalam mengembangkan instagramnya.

12. Penulis

Jangan selalu beranggapan kalau penulis itu dibayar hanya dalam bentuk royalti buku saja.

Ada banyak sumber penghasilan dari menjadi penulis.

Memangnya, sumber penghasilan penulis dari mana saja?

  1. Dari buku fiksi atau non fiksi, jika berhasil diterbitkan.
  2. Menulis blog
  3. Menulis di media cetak (Ini ada referensi tarif menulis di koran, update lama sih, tapi bisa jadi bahan pertimbangan – atau bisa menghubungi sendiri pihak media cetak terkait)
  4. Menulis di media online (Ada beberapa media online yang bersedia membayar pada penulis yang artikelnya berhasil dimuat pada media online tersebut, contoh saja Mojok.co dan Jalantikus.com)
  5. Penulis lepas untuk artikel di blog lain. Asal Anda tahu, tidak semua blogger menulis semua artikel dalam blognya. Terkadang dipengaruhi faktor waktu dan kesibukan. Beberapa artikel Saya di blog lain juga menggunakan penulis lepas. Sayangnya, kualitas penuli di Indonesia banyak yang kurang bagus. Tapi tetap ada beberapa yang bagus. Jadi, sebaiknya jika Anda memilih jadi penulis artikel sebaiknya buat standar kualitas yang bagus untuk artikel yang Anda buat.
  6. Copywriter, kalau dijelaskan akan panjang. Bisa satu konten sendiri. Intinya, tulisan yang bisa menjual produk. Jika membacanya, konsumen akan membeli. Di Indonesia sih jarang yang terjun pada profesi ini. Tapi jika Anda bisa jadi salah satunya, Anda pasti akan dicari oleh banyak perusahaan yang butuh promosi produknya.
  7. Ghost writer, apakah penulis setan? Bisa jadi. Tapi bukan dalam arti yang sesungguhnya. Anda menuliskan buku atau artikel untuk seseorang, tapi ketika diterbitkan jadi atas nama orang tersebut.

Gimana? Mau coba jadi penulis?

14. Kursus Online

Keahlian apa yang Anda miliki?

Bagaimana jika keahlian Anda dikonversikan jadi uang.

Kira-kira begitulah.

Ada dua cara sebenarnya mengkonversikan keahlian Anda jadi uang secara online.

Mengemas dalam bentuk produk digital, dan

Mengadakan kursus online berbayar

Jika branding Anda melalui sosial media, blog atau youtube sudah aktif dan banyak peminat. Itu jadi nilai tambah untuk mempercepat dan meningkatkan penjualan kursus online Anda.

14. Les Privat

Dari tadi yang Saya bahas hanya seputar dunia online, lalu bagaimana bisnis secara offline.

Baiklah, bagaimana kalau dimulai dengan membuat les privat.

Meski sudah banyak lembaga bimbingan belajar besar yang tersebar di semua daerah.

Meskipun juga sudah ada lembaga bimbingan belajar online seperti ruang guru.

Tapi Saya rasa, masih banyak orang tua murid yang membutuhkan jasa les privat untuk anaknya.

Bisa di rumah, tentu lebih terkontrol juga.

Lebih kondusif, karena bersifat privat.

Untuk langkah awal, Anda bisa jalan sendiri dulu sambil membuka pasar. Jika sudah mulai ramai peminat Anda bisa merekrut para mahasiswa yang ingin punya penghasilan tambahan untuk dijadikan guru.

15. Membuka Jasa Penerjemahan

Saya jadi ingat pertanyaan pertama yang terlontar dari dosen penguji saat ujian sidang skripsi.

“Ini sinopsisnya translate pakai aplikasi apa?”

Wah, tahu saja kalau Saya translate pakai aplikasi. Saya lupa nama aplikasinya.

Tapi memang hasilnya Saya kira berantakan. (Saya tidak terlalu sadar, sebab meski ingin bisa Saya susah sekali mempelajari bahasa Inggris).

Saya kira, tidak sedikit orang-orang seperti Saya.

Jadi, jika Anda memiliki keahlian dalam bahasa asing. Anda bisa memanfaatkan kemampuan Anda tersebut.

Mahasiswa semester akhir bisa Anda jadikan target konsumen.

Informasi saja, pada akhirnya Saya translate sendiri tanpa menggunakan aplikasi ataupun google translate.

16. Agen Properti

Kalau ada yang belum tahu apa itu agen properti, Saya jelaskan singkat.

Agen properti itu menghubungkan antara penjual rumah dengan pembeli.

Komisinya cukup menarik. 1-2,5%.

Bayangkan saja jika Anda bisa menjadi agen properti besar, yang bisa menjual dengan harga milyaran.

Misal 1M saja, komisinya jika pakai acuan 1% sudah menghasilkan 10 Juta rupiah.

Itu jika menggunakan sistem komisi.

Ada juga sistem dimana Anda bisa menjual dengan harga yang sudah Anda naikkan sebagai agen properti. Tentu sudah diinformasikan kepada penjual agar tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi kepada pembeli.

Cara memasarkannya bisa menggunakan media online, baik sosial media atau juga market place khusus untuk properti.

OLX meski bukan khusus properti juga masih sering digunakan untuk memasarkan properti.

Ada juga rumahku.com, urbaindo, dan lain sebagainya.

17. Jasa Titip

Awalnya Saya heran ada jenis bisnis model seperti ini.

Tapi memang semakin menjamur.

Bahkan Saya pernah bertemu seorang teman dari bekasi yang sering mengadakan jasa titip ketika dia berkunjung ke korea.

Keuntungan yang dia peroleh cukup tinggi juga.

Dari ceritanya, yang bisa Saya simpulkan untuk membuka bisnis jasa titip ini seperti berikut:

Anda tahu harga pasar barang di daerah tujuan.

Anda tahu kepada siapa Anda akan membuka jasa tititp.

Butuh rasa percaya, oleh sebab itu branding Anda terkait daerah tujuan juga harus baik. Seolah benar-benar mengenal daerah tujuan.

Sebaiknya bergabung pada komunitas dimana target pasar Anda banyak di sana.

Kesimpulan

Bagaimana, seperti yang Saya sampaikan di awal. Uang bukan modal utama bukan untuk membuka bisnis?

Tapi, jika masih beranggapan demikian Saya rasa kalau Anda membaca konten ini sampai habis itu hanya membuang-buang waktu.

Sebab, konten ini tidak cocok untuk Anda.

Tapi, jika Anda berhasil membuka pikiran bahwa uang bukan modal utama.

Bahwa bisnis tanpa modal itu memang bisa, sebaiknya Anda segera memulai.

Masalah terbesar seseorang tidak kunjung memiliki bisnis sendiri karena dia terus menunda untuk memulai.

Anda boleh pilih salah satu peluang bisnis tanpa modal di atas, atau jika ada ide kreatif sendiri terkait bisnis tanpa modal lainnya itu juga tak jadi soal. Justru sangat Saya apresiasi.

Jika berkenan bisa Anda sampaikan ide bisnis tanpa modal versi Anda di kolom komentar.

Kalau menurut Anda, artikel bisnis tanpa modal ini bisa memberi manfaat untuk Anda atau orang-orang terdekat Anda, tidak ada salahnya untuk membagikan artikel ini kepada mereka.

Siapa tahu, dengan membaca 17 peluang bisnis tanpa modal di dalam artikel ini bisa membuka wawasan tentang mindset bahwa uang bukan modal utama berbisnis, serta bisa memberikan inspirasi untuk mencoba salah satu peluang bisnis tanpa modalnya.

Karena sebagian besar berbasis online, sebaiknya pelajari strategi digital marketing juga untuk menunjang pemasaran secara onlinenya.

Tinggalkan komentar